Bincang-bincang BR ( Boga Ramadhan)

Saat diminta menjadi testimoni seputar bisnis rumahan di acara Bapak Safir Senduk banyak sekali ilmu mengolah keuangan aku dapatkan, simple ungkapan beliau tapi mengena kepada keadaan seharai-hari.  Jadi ingin membaca buku2 karya beliau,  saat aku ke toko buku ada salah satu karya beliau ada yang mengenai Ramadhan, yang ku ingat intinya kenapa menjadi boros di bulan Ramadhan.

Benar adanya sebagian besar para emak mengeluh budget di bulan ramadhan untuk keperluan sehari-hari meningkat. Kalo peningkatan sedikit lumrah saja berhubung harga  sebagian kebutuhan dapur dan meja makan memang ada kenaikan tapi kalo meningktanya tinggi berarti kita mengubah pola belanja besar-besaran terutama menu makanan.

Jika menu dimeja makan saat di ramadhan disamakan saja dengan hari-hari biasa, sepertinya budget tidak akan meningkat jauh tapi mengerem untuk tidak berlebihan itu bukan hal yang mudah, karena image puasa itu membutuhkan gizi yang tinggi sebagai balasan 1 hari tidak makan, jadi saat sahur dan saat berbuka menu dimeja makan berubah drastis. Aku juga pernah alami keadaan seperti ini dan ternyata banyak yang menjadikan mubazir.

Tubuh kita saat ramadhan seperti sudah diatur matabolismenya, kadang takjub jika direnungkan . Dengan niat berpuasa seakan seluruh anggota tubuh kita berpuasa sehingga saat kita berbuka seluruh anggota tubuh pun berbuka dan daya tampung tubuh ikut menyesuaikan. Saat berbuka, makan satu buah kurma atau segelas air putih saja lalu berdoa mengucap terima kasih kepada Allah rasa haus dan apa lapar yang mendera seakan terhapus. Jika kita paksa dengan semua makanan yang ada dimeja tidak akan sanggup, ini kenyataan yang kita rasakan bukan.

Lalu makanan yang tersisa jadi mubazir karena umunya tidak  kita makan lagi saat sahur terutama makanan pembuka dan sayur, selain kita sudah siapkan makanan lain untuk sahur dengan menu yang juga banyak.

Semoga kita semakin menyadari ramadhan dan hari hari lain adalah hal yang sama mengolah menu di meja makan. Selamat menikmati Ramadhan.

 

 

Leave a Reply